Selasa, 11 Juni 2013

Ikan Discus




Discus adalah spesies ikan air tawar asli lembah Sungai Amazon, Amerika Selatan. Discus pertamakali dikenalkan pada tahun 1840 oleh Dr. Heckel dengan nama Symphysodon Discus. Varian Discus aslinya digolongkan ke dalam 3 jenis berdasarkan warna, yaitu Symphysodon aequifasciata aequifasciata (Green Discus), Symphysodon aequifasciata axelrodi (Brown Discus), dan Symphysodon aequifasciata haraldi (the blue variant). Seiring dengan semakin banyaknya orang yang tertarik memelihara Discus, bahkan di beberapa Negara di Asia, budidaya Discus telah menjadi industri besar. Dari situ banyak kegiatan penelitian dan usaha yang dilakukan untuk menghasilkan strains baru dari ikan Discus. Sehingga tak heran jika saat ini tercatat terdapat puluhan strains ikan Discus yang ada di pasaran. Discus sangat populer sebagai ikan akuarium dan kadang disebut sebagai rajanya ikan hias.

Discus yang indah dan memiliki bentuk yang sempurna, berasal dari bibit dan kondisi pertumbuhan yang baik sejak lahir.

Diskus adalah jenis ikan yang hidup secara berkelompok (social fish). Bahkan di alam bebas, aslinya mereka hidup dalam kelompok besar dan merupakan salah satu dari sedikit jenis ikan yang mampu belajar. Oleh karenanya, harus diingat bagi para hobbies untuk membeli ikan diskus dalam jumlah lebih dari satu. Diskus membutuhkan interaksi sosial sesama mereka untuk memunculkan karakter asli ikan diskus.

Tips  bagaimana memilih diskus yang dalam kondisi baik dan sehat.

1) Perhatikan bentuk tubuhnya secara utuh.
Carilah bentuk yang paling sempurna lengkungnya (mendekati bulat), tidak berbelok sedikitpun. Setiap penyimpangan bentuk harus dijadikan pertimbangan untuk tidak dipilih. Untuk seorang pemula hal ini mungkin sulit. Oleh karenanya, anda harus banyak mencari informasi tentang bentuk Diskus pada usia yang berbeda-beda dari beberapa penjual yang berbeda. Selain itu, anda dapat juga mencari foto-foto Diskus yang menjadi juara pada kontes ikan.

2) Periksa bagian hidung.
Ini harus bulat sekitar hidung dan bagian mulut.

3) Periksa mata.
Ini adalah kriteria yang sangat penting untuk mendapatkan diskus. Anda dapat membandingkan mata ikan-ikan sebelumnya untuk melihat perbedaannya. Proporsi besar mata dan tubuh diskus perlu diperhatikan. Jika mata terlalu besar untuk ukuran tubuhnya, itu pertanda ada masalah pertumbuhan yang kurang baik. Selain itu, pada dasarnya warna mata diskus yang baik adalah merah, namun anda harus berhati-hati karena banyak pedagang yang menambahkan hormon tertentu agar mata diskus tampak merah. Biasanya penambahan hormone ini hanya akan bertahan 2 minggu sampai 1 bulan saja, kemudian warna mata diskus akan kembali seperti aslinya.
Diskus yang pertumbuhannya terhambat, tubuhnya tidak lebih besar dari 4-5 inci. Ciri-cirinya, umumnya memiliki bentuk tubuh oval (bukan bulat). Di sisi lain, perlu diingat bahwa situasi ini TIDAK ada hubungannya dengan kesuburan ikan. Dengan kata lain, diskus yang terhambat perkembangannya, masih dapat menghasilkan anak. Dan masih bisa mendapatkan anak ikan bayi yang sehat.

4) Semua sirip adalah penting.
Sirip harus tumbuh sempurna di sekeliling bentuk bundar ikan. Sirip atas dan bawah harus tampak seperti bagian dari tubuh (menyatu). Sirip atas dan bawah tidak menutupi ekor atau memliki jarak yang besar sebelum ekor. Selain itu, ekor harus transparan. Setiap warna pada suatu daerah dekat dengan tubuh “umumnya” menunjukkan tanda pengobatan hormon. Selain itu, sirip dubur berwarna merah justru menjadi keistimewaan. Tentu saja harus diingat bahwa beberapa strain genetik mungkin tidak memiliki sirip dubur merah.

5) Jika anda melihat diskus usia di bawah 4 bulan dengan pewarnaan hampir penuh dan pola yang utuh harap berhati-hati.
Karena sebagian besar strain baru menunjukkan warna dan pola setelah sekitar usia 4-6 bulan dan menunjukkan warna dan pola yang utuh saat mencapai usia 12-14 bulan. Jika anda mendapatkan diskus yang masih kecil dengan wana utuh, mungkin itu karena penambahan hormon.
oleh karenanya, kombinasi pewarnaan vs ukuran menjadi penting. Kombinasikan juga ini dengan ukuran mata. Anda dapat menemukan apakah ikan terhambat berkembang atau ada pengaruh hormon. Tentu saja, anda harus mengamati banyak strain yang berbeda untuk dapat membuat pilihan yang tepat. Disarankan bagi anda untuk terlibat di dalam milis dan forum di internet atau majalah, di mana anda dapat melihat gallery foto diskus yang baik.

7) Yang paling penting adalah untuk melihat apakah ikan dalam kondisi baik atau tidak.
Jika wilayah paling tebal adalah wilayah insang & mata dan jika ikan tidak menunjukkan pewarnaan cerah dan terpola, ada kemungkinan terdapat masalah dengan ikan. Mungkin memiliki penyakit HITH (lubang di kepala) atau penyakit lain

8 ) Sirip mungkin tampak seperti dimakan atau tidak mulus.
Ini mungkin karena kondisi air yang buruk dan bukan hal yang penting untuk dipertimbangkan. Jika ikan semakin besar, masalah ini akan hilang dengan sendirinya.
 9 ) Periksa apakah diskus menggunakan insangnya dengan baik atau tidak.
Jika ikan tidak menggunakan salah satu insangnya, ini berarti bahwa ikan memiliki penyakit insang.
 10) Perhatikan saat berenang.
Diskus yang sehat, berenang menggunakan semua sirip dalam posisi sirip tegak (berdiri).

11) Diskus pada dasarnya ikan yang pemalu, jadi jika terlihat tidak aktif dan bersembunyi bukan berarti sedang sakit. Kadang-kadang kehadiran orang banyak disekitar akuarium membuat diskus malu. Atau pencahayaan yang berlebihan bisa juga membuat stress. Setiap getaran dalam aquarium juga akan membuat stres. (Indofishtrade)
 

Senin, 10 Juni 2013

Cara Beternak Jangkrik yang gampang dan tidak ribet

Cara Beternak Jangkrik yang gampang dan tidak ribet? yah, ternak jangkrik merupakan suatu komoditi dan jenis usaha yang cukup menjanjikan bagi para pencitinta jangkrik dan burung, Usaha ternak jangkrik adalah sebuah peluang usaha yang pada beberapa tahun lalu sempat booming ini sempat redup, tetapi bukan tidak mungkin anda tidak bisa menangkap peluang usaha ternak jangkrik bukan?Meskipun usaha ternak jangkrik diberitakan secara bombastis info peluang usaha nya pada beberapa waktu yang lalu dan pada akhirnya mulai meredup, bagi anda yang ingin mencoba usaha ternak jangkrik bisa memanfaatkan peluang usaha yang sempat meredup ini bisa kembali booming, kenapa tidak.Memulai usaha ternak jangkrik, alangkah baiknya bila jangkrik indukan nya berasal dari alam asli dan juga dalam keadaan baik dengan kata lain tidak cacat indukannya. Memang untuk mendapatkan jangkrik langsung dari alam sangat sulit didapat, untuk itu sebagai alternatif pengganti anda bisa membuat indukan tentu dengan perawatan yang lebih.

Peluang usaha ternak jangkrik bagus untuk dikembangkan mengingat dengan sering orang mengadakan lomba burung, karena jangkrik juga merupakan pakan burung itu. Harga jual jangkrik sendiri mulai dari Rp. 40 ribu sampai dengan Rp. 50 ribu per kilo gram nya. Coba anda bayangkan kalau kita bisa memproduksi 100 Kg Jangkrik , bisa dihitung berapa hasilnya .. Rp. 5 Juta / bulan , Sangat lumayan ya?

Usaha budidaya jangkrik sendiri minim kelemahan atau resikonya, karena keberhasilannya bisa 90%. Keberhasilan dalam penetasan dan pembesaran jangkrik juga sama-sama 90%, asalkan anda merawat jangkrik dengan sungguh-sungguh dan dalam pemberian pakan jangkrik tidak mengalami keterlambatan.

tidak banyak bicara lau ni cara cara nya :

Pesyaratan lokasi untuk budidaya atau beternak jangkrik


1. Lokasi budidaya harus tenang, teduh dan mendapat sirkulasi udara yang baik.

2. Lokasi jauh dari sumber-sumber kebisingan seperti pasar, jalan raya dan lain sebagainya.

3. Tidak terkena sinar matahari secara langsung atau berlebihan.

4. Bebas dari gangguan predator

5. Jauh dari kandang ayam


Cara budidaya atau beternak jangkrik


1. Penyiapan Sarana dan Peralatan kandang jangkrik


Karena jangkrik biasa melakukan kegiatan diwaktu malam hari, maka kandang jangkrik jangan diletakkan dibawah sinar matahari, jadi letakkan ditempat yang teduh dan gelap. Untuk menjaga kondisi kandang yang mendekati habitatnya, maka dinding kandang diolesi dengan lumpur sawah dan diberikan daun-daun kering seperti daun pisang, daun timbul, daun sukun dan daun-daun lainnya untuk tempat persembunyian disamping untuk menghindari dari sifat kanibalisme dari jangkrik. Dinding atas kandang bagian dalam sebaiknya dilapisi lakban keliling agar jangkrik tidak merayap naik sampai keluar kandang. Disalah satu sisi dinding kandang dibuat lubang yang ditutup kasa untuk memberikan sirkulasi udara yang baik dan untuk menjaga kelembapan kandang. Untuk ukuran kotak pemeliharaan jangkrik, tidak ada ukuran yang baku. Yang penting sesuai dengan kebutuhan untuk jumlah populasi jangkrik tiap kandang.


Kandang jangkrik biasanya berbentuk persegi panjang dengan ketinggian 30-50 cm, lebar 60-100 cm sedangkan panjangnya 120-200 cm. Kotak (kandang) dapat dibuat dari kayu dengan rangka kaso, namun untuk mengirit biaya, maka dinding kandang dapat dibuat dari triplek. Kandang biasanya dibuat bersusun, dan kandang paling bawah mempunyai minimal empat kaki penyangga. Untuk menghindari gangguan binatang seperti semut, tikus, cecak dan serangga lainnya, maka keempat kaki kandang dialasi mangkuk yang berisi air, minyak tanah atau juga vaseline (gemuk) yang dilumurkan ditiap kaki penyangga.

saya berikan contoh bila ingin membuat kandang jangkrik






2. Pembibitan jangkrik
Bibit jangkrik yang diperlukan untuk dibesarkan haruslah yang sehat, tidak sakit, tidak cacat (sungut atau kaki patah) dan umurnya sekitar 10-20 hari. Calon induk jangkrik yang baik adalah jangkrik-jangkrik yang berasal dari tangkapan alam bebas, karena biasanya memiliki ketahanan tubuh yang lebih baik. Kalaupun induk betina tidak dapat dari hasil tangkapan alam bebas, maka induk dapat dibeli dari peternakan. Sedangkan induk jantan diusahakan dari alam bebas, karena lebih agresif.


Adapun ciri-ciri indukan jangkrik , induk betina, dan induk jantan yang adalah sebagai berikut:

   1. Indukan betina jangkrik sungutnya (antena) masih panjang dan lengkap dengan kedua kaki belakangnya masih lengkap sehingga bisa melompat dengan tangkas, gesit dan kelihatan sehat. Badan dan bulu jangkrik berwarna hitam mengkilap. Sebaiknya pilihlah induk yang besar dangan memilih jangkrik yang mengeluarkan zat cair dari mulut dan duburnya apabila dipegang.
   2. Induk jantan Jangkrikselalu mengeluarkan suara mengerik dengan permukaan sayap atau punggung kasar dan bergelombang. Tidak mempunyai ovipositor di ekor


Perawatan jangkrik yang sudah dikeluarkan dari kotak penetasan berumur 10 hari harus benar-benar diperhatikan dan dikontrol makanannya, karena pertumbuhannya sangat pesat. Sehingga kalau makanannya kurang, maka anakan jangkrik akan menjadi kanibal memakan anakan yang lemah. Selain itu perlu juga dikontrol kelembapan udara serta binatang pengganggu, yaitu, semut, tikus, cicak, kecoa dan laba-laba. Untuk mengurangi sifat kanibal dari jangkrik, maka makanan jangan sampai kurang. Makanan yang biasa diberikan antara lain ubi, singkong, sayuran dan dedaunan serta diberikan bergantian setiap hari.


Sampai saat ini pembiakan Jangkrik yang dikenal adalah dengan mengawinkan induk jantan dan induk betina, sedangkan untuk bertelur ada yang alami dan ada juga dengan cara caesar. Namun risiko dengan cara caesar induk betinanya besar kemungkinannya mati dan telur yang diperoleh tidak merata tuanya sehingga daya tetasnya rendah.


Induk dapat memproduksi telur yang daya tetasnya tinggi ± 80-90 % apabila diberikan makanan yang bergizi tinggi. Setiap peternak mempunyai ramuan-ramuan yang khusus diberikan pada induk jangkrik antara lain: bekatul jagung, ketan item, tepung ikan, kuning telur bebek, kalk dan kadang-kadang ditambah dengan vitamin.


Jangkrik biasanya meletakkan telurnya dipasir atau tanah. Jadi didalam kandang khusus peneluran disiapkan media pasir yang dimasukkan dipiring kecil. Perbandingan antara betina dan jantan 10 : 2, agar didapat telur yang daya tetasnya tinggi. Apabila jangkrik sudah selesai bertelur sekitar 5 hari, maka telur dipisahkan dari induknya agar tidak dimakan induknya kemudian kandang bagiab dalam disemprot dengan larutan antibiotik (cotrymoxale).


Dalam satu kandang cukup dimasukkan 1-2 sendok teh telur dimana satu sendok teh telur diperkirakan berkisar antara 1.500-2.000 butir telur. Selama proses ini berlangsung warna telur akan berubah warna dari bening sampai kelihatan keruh. Kelembaban telur harus dijaga dengan menyemprot telur setiap hari dan telur harus dibulak-balik agar jangan sampai berjamur. Telur akan menetas merata sekitar 4-6 hari.

3. Pemeliharaan Jangkrik


Seperti telah dijelaskan diatas bahwa dalam pengelolaan peternakan jangkrik ini sanitasi merupakan masalah yang sangat penting. Untuk menghindari adanya zat-zat atau racun yang terdapat pada bahan kandang, maka sebelum jangkrik dimasukkan kedalam kandang, ada baiknya kandang dibersihkan terlebih dahulu dan diolesi lumpur sawah. Untuk mencegah gangguan hama, maka kandang diberi kaki dan setiap kaki masing-masing dimasukkan kedalam kaleng yang berisi air.


Perawatan jangkrik disamping kondisi kandang yang harus diusahakan sama dengan habitat aslinya, yaitu lembab dan gelap, maka yang tidak kalah pentingnya adalah gizi yang cukup agar tidak saling makan (kanibal).






4. Pemberian Pakan jangkrik

Anakan umur 1-10 hari diberikan Voor (makanan ayam) yang dibuat darikacang kedelai, beras merah dan jagung kering yang dihaluskan. Setelah vase ini, anakan dapat mulai diberi pakan sayur-sayuran disamping jagung muda dan gambas. Sedangkan untuk jangkrik yang sedang dijodohkan, diberi pakan antara lain : sawi, wortel, jagung muda, kacang tanah, daun singkong serta ketimun karena kandungan airnya tinggi. Bahkan ada juga yang menambah pakan untuk ternak yang dijodohkan anatar lain : bekatul jagung, tepung ikan, ketan hitam, kuning telur bebek, kalk dan beberapa vitamin yang dihaluskan dan dicampur menjadi satu.


5. Pemeliharaan Kandang

Air dalam kaleng yang terdapat dikaki kandang, diganti setiap 2 hari sekali dan kelembapan kandang harus diperhatikan serta diusahakan agar bahaya jangan sampai masuk kedalam kandang.


Hama dan penyakit jangkrik


   1. Penyakit, Hama dan Penyebabnya Sampai sekarang belum ditemukan penyakit yang serius menyerang jangkrik. Biasanya penyakit itu timbul karena jamur yang menempel di daun. Sedangkan hama yang sering mengganggu jangkrik adalah semut atau serangga kecil, tikus, cicak, katak dan ular.
   2. Pencegahan Serangan Hama dan Penyakit Untuk menghindari infeksi oleh jamur, maka makanan dan daun tempat berlindung yang tercemar jamur harus dibuang. Hama pengganggu jangkrik dapat diatasi dengan membuat dengan membuat kaleng yang berisi air, minyak tanah atau mengoleskan gemuk pada kaki kandang.
   3. Pemberian Vaksinasi dan Obat Untuk saat ini karena hama dan penyakit dapat diatasi secara prefentif, maka penyakit jangkrik dapat ditekan seminimum mungkin. Jadi pemberian obat dan vaksinasi tidak diperlukan.

Panen Jangkrik


Peternak jangkrik dapat memperoleh 2 (dua) hasil utama yang nilai ekonomisnya sama besar, yaitu: telur yang dapat dijual untuk peternak lainnya dan jangkrik dewasa untuk pakan burung dan ikan serta untuk tepung jangkrik.


Tepung jangkrik cara membuat dan manfaat serta kegunaannya

Ef atau Ekstra Fooding untuk burung kicauan kini tersedia dalam bentuk instan berupa tepung yang dibuat dari bahan mahluk hidup seperti jangkrik. EF yang satu ini memang tidak membuat repot kita sebagai pemilik burung kicauan yang setiap harinya harus selalu sedia ekstra foooding berupa serangga ataupun juga buah buahan, dan untuk burung pemakan serangga tentulah kita selalu menyediakan jangkrik dalam wadahnya walaupun kadang kita masih direpotkan oleh adanya jangkrik yang lepas, diserbu semut, atau menimbulkan bau yang tidak sedap. dan alternatif yang paling mudah adalah membeli tepung jangkrik yang kini banyak beredar di pasaran atau toko toko penyedia bahan pakan untuk binatang peliharaan sepreti burung.  ya , EF yang satu ini memang begitu ringkas, mudah disimpan, tahan lama dan tidak gampang diserbu oleh semut. 
Macam macam jenis dari produk yang bisa dihasilkan dan manfaat dari jangkrik yang dibuat tepung tersebut, diantaranya tepung jangkrik untuk burung kicauan, tepung jangkrik untuk campuran jamu, tepung jangkrik sebagai penambah stamina dalam bentuk kapsul dan makanan berupa biskuit yang dibuat dari tepung jangkrik. 
Kandungan yang sangat bermanfaat dalam tepung jangkrik
Berdasar penelitian ilmiah, jangkrik memiliki kandungan hormon progesterone 105,49 ppm, testoteron 31,78 ppm dan hormon estrogen 259,535 ppm. Bahkan mampu menghasilkan sumber energi 4,87 kalori per gram jauh diatas bahan makanan lainnya. Ternyata kandungan protein tepung yang terbuat dari jangkrik tersebut tinggi, yakni mencapai 57,32 persen. Selain itu, binatang ini juga memiliki senyawa kimia seperti asam amino yang sangat dibutuhkan dalam proses pembentukan sel, GSH (glutation) dan berfungsi sebagai antioksidan alami pada tubuh manusia
Cara membuat tepung jangkrik 
Dalam pembuatannya biasanya dicari jangkrik yang sudah berusia diatas 40 hari, dan jangkrik jangkrik ini kemudian terlebih dahulu direbus / direndam dalam air panas baru setelah itu dicuci hingga bersih lalu dimasukan kedalam oven selama 3 jam dengan suhu 70oC , baru setelah itu jangkrik digiling sampai berbentuk tepung dan mulai dikemas dan dipasarkan untuk berbagai kebutuhan seperti untuk pakan burung kicauan dan hal lain yang telah saya sebut diatas tadi.
Tepung jangkrik sebagai penambah stamina 
Ternyata khasiat dari tepung jangkrik ini tidak hanya bagus untuk burung kicauan saja tetapi juga bagus bagi kebugaran dan penambah stamina kita. dan dalam hal ini jangkrik yang telah dihaluskan tadi setelah proses pembuatan tepung jangkriknya , dicampurkan dengan ramuan alami lainnya dan dimasukan kedalam selongsong kapsul lalu dikemas dan dijual sebagai obat penambah stamina. 
Tepung jangkrik sebagai bahan untuk membuat biskuit jangkrik 
Tepung jangkrik juga bisa dimanfaatkan sebagai penambah vitamin dan nutrisi tubuh dengan jalan mencampur tepung jangkrik dengan bahan bahan pembuat kue untuk dijadiak biskuit yang tentu saja memiliki cita rasa yang gurih dan lezat selain bermanfaat untuk kesehatan dan daya tahan tubuh kita tentunya. 
Untuk membuat biskuit jangkrik ini dibutuhkan :
  • Margarine
  • Gula
  • Telur
  • Bakin Powder
  • Kelapa dan Jahe ( yang dihaluskan kemudian disangrai )
  • Tepung jangkrik yang sudah jadi 
  • Tepung
Cara Membuat :
  • Masukkan margarin dan gula, haluskan
  • Masukkan telur dan baking powder, aduk rata
  • Campurkan semua bahan [kelapa,jahe,jangkrik bubuk, tepung] kemudian ratakan adonan sampai kalis
  • Cetak Adonan
  • Tata di loyang, dan masukkan dalam oven selama 15 menit.